Belajar Menjadi ‘Seseorang’

Sekarang udah bukan zamannya aktivis IP kecil.

-Seorang kakak tingkat yang kulupa namanya

Tadi sore, aku baca notenya Kang Obe, isinya tentang 2 tipe mahasiswa. Notenya menarik guys, silakan dibaca di sini hahaha.

Ibarat 2 orang mahasiswa baru suatu fakultas di suatu perguruan tinggi yang sama. Yang satu selama SMA mengikuti bimbel, yang satu lagi gak bimbel but still could reach his dream. Hebatan yang mana?

“Ini ITB, bayangkan ini adalah sebuah rimba yang sangat luas, saya tidak berharap kalian hanya menjadi pelancong, yang hanya mengikuti saja pemandu tur dan hanya melihat-lihat sekeliling, sehingga ketika lulus nanti kalian hanya mendapatkan apa yang pemandu tur ceritakan, meski itu belum tentu benar. Saya berharap kalian dapat menjadi pemburu, jelajahi seisi rimba ini, pastikan ketika kalian lulus nanti, kalian mendapatkan lebih banyak dari yang seharusnya kalian dapatkan, lebih dari apa yang pemandu tur ceritakan. Maka dari itu, jangan hanya mengandalkan soal-soal dari saya, karena ini hanya sedikit saja.”

-Dosen kalkulusnya kang Obe.

Ner uga.

Aku pribadi ingin sekali memanfaatkan 4 tahun ini dengan sangat baik. Bersama dosen-dosen, professor-professorku yang sangat menginspirasi, teman-teman seangkatanku, kakak-kakak tingkatku. Yaps, cuma 4 tahun aku bisa belajar bersama dengan orang-orang hebat itu. Cuma 4 tahun, meeen :”)

Di satu sisi, aku juga ingin menjadi pemburu seperti yang dikatakan dosennya kang Obe. Tujuan utamaku masuk kampus ini, ya samalah seperti kalian, untuk menjadi orang sukses seperti suksesnya alumni-alumni kampus gajah yang banyak ditulis di wikipedia. Seratus ladang lebih pengalaman yang bisa kupetik hasilnya dan sudah seharusnya tidak kumubazirkan untuk dimanfaatkan dengan sangat baik, untuk menjadi manusia yang lebih baik. Seperti membandingkan 2 orang anak SMA tadi, yang nomor 1 mengikuti bimbel, sementara yang nomor 2 tidak mengikuti bimbel namun mencapai hasil yang sama. Aku memilih si nomor 2. Kau tau alasannya.

Karena kuyakin, ada alasan dibalik mengapa Allah memberi aku takdir untuk berkarya di kampus ini. Dan sekarang pertengahan 2015, 2 years left. Ya gitu deh. Aku pun kemudian baper.

Mending terlambat daripada tidak sama sekali

– Nasihat Umum

Demi aktivis yang sudah tidak zamannya lagi punya IP kecil. Ibarat sambil menyelam minum air. Belajar yang benar sambil mencari pengalaman yang banyak. Di mataku seorang wanita karir yang dapat mampu mengurus anak-anaknya dan suami dengan baik adalah yang terhebat.

Belajar menjadi seorang multitasker.

Sabtu, 25 April 2015. Pukul 01.00.

Calon wanita hebat, yang lagi baper maksimal.

Adelia Sri Wartami

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s