Magang di BPOM

Assalamualaikum Wr Wb
Mau cerita dong, tentang pengalaman magangku di BBPOM di Bandung, kenapa habis BBPOM ada ‘di’ nya? Aku pun tidak tahu. Ya beginilah peraturannya. ((so what??)

Sebenarnya ini review materi selama sebulan magang di BPOM, berhubung besok aku tes akhir. Wish me luck

Jadii, di tahun-tahun sebelumnya, magang itu hanya sebuah tradisi yang biasa dijalankan mahasiswa/i SF tingkat 3 menuju tingkat 4, biasanya diantara bulan Juni-Agustus. Dikala itu magang bukanlah sesuatu yang wajib dan terserahmu mau dimasukkin sks apa tidak. Sekarang, sejak akhir tahun 2015 lalu, SF ITB ini dianugerahkan suatu akreditasi internasional yang cenah prestise dari Jerman bernama ASIIN (mungkin di telinga orang Jerman nama ini indah xD). Akreditasi ini mempersyaratkan mahasiswa turun langsung ke masyarakat.

Yang dalam pikiranku dan teman-teman, turun langsung ke masyarakat berarti pengmas. Yang dalam pikiran dosen-dosenku turun langsung ke masyarakat adalah Magang/PKL/KP. Sejak saat itulah, dimulai dari angkatanku, magang ini wajib dan dibebankan 2 sks. 75 jam/sks. 2sks = ± 1 bulan.

Tempatku magang bernama BBPOM di Bandung. BBPOM singkatan dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan. Disebut balai besar karena statusnya adalah UPT (Unit Pelaksana Teknis) yang berkedudukan di Provinsi Jawa Barat. Dengan demikian, BBPOM di Bandung adalah “anak” dari BPOM di Jakarta (BPOM Pusat) yang tugasnya mengawasi obat dan makanan di setiap titik Jawa Barat.

Alamat BBPOM ini di Pasteur, tepat di depan Biofarma. Kalo lewat pasti gak ngeh kalo itu BBPOM, karena plangnya Dinkes. Jadi BPOM di bawah dinkes? Nope.  Sekarang BPOM bertanggung jawab langsung kepada presiden. Terus kenapa plangnya Dinkes? Jadi posisi BPOM sama Dinkes itu sebelahan. Sebelah kiri BPOM, sebelah kanan Dinkes. Terus plang di luar yang keliatan cuma dinkesnya ajaa.wkkw

Obat dan Makanan Aman Meningkatkan Kesehatan Masyarakat dan Daya Saing Bangsa

Misi dari BPOM ada 3:

  1. Meningkatkan sistem pengawasan obat dan makanan berbasis resiko untuk melindungi masyarakat.
  2. Mendorong kemandirian pelaku usaha dalam memberikan jaminan keamanan obat dan makanan serta memperkuat kemitraan dengan pemangku kepentingan.
  3. Meningkatkan kapasitas kelembagaan BPOM.

Visi misi ini kata Pak Apep (Kepala seksi Layanan Informasi Konsumen) berubah setiap kepengurusan. Untuk updatenya dapat dilihat di situs resmi Badan POM. Klik sini

A. Struktur Organisasi BPOM:

orga_in

Sumber: http://www.pom.go.id/new/web/images/esl1/orga_in.png

Di hari ke 4 aku magang, aku dapet materi struktur BPOM ini. Kudu hafal di luar kepala hehe. Waktu itu yang menerangkan materi namanya bapak Andreanus Doni S.Si, M.Sc. Bapak ini sewaktu sarjana kuliahnya di Universitas Sanata Darma, Yogyakarta. Bapak ini sangat inspiratif menurutku. Pertama, kita sama-sama orang eksternal di kampus, beliau aktifnya di IPSF. Sambil ngasih materi, sambil selingan gitu cerita-cerita tentang pengalaman beliau sama Kak Audrey (HMF angkatan 2003 apa ya? presiden IPSF tahun 2007) pas ngusahain world congress di ITB  sampai pergi ke Taiwan dan akhirnya terlaksana. Terus yang paling menarik adalah cerita pengalaman Pak Doni ini pas dapet LPDP ke Belanda. uwooow. Cerita pak Doni tentang LPDP ini bakal kubikin post tersendiri ntar hehe. Kalo bapak baca ini, saya ingin mengucapkan makasih banyak ya paak sudah memberi inspirasi hihihi 🙂

Dari struktur di atas, kalo dirangkum berdasarkan eselon:

  1. Eselon I: Kepala BPOM, Sestama (Sekretaris Utama) dan para Deputi (I,II,III).
  2. Eselon II: Kepala Biro (ada 4 biro), Para Direktur (kepala Direktorat), Kepala UPT Balai Besar POM, dan Kepala Pusat Pengujian*.
  3. Eselon III: Kepala Bidang di UPT BBPOM, Kepala UPT Balai POM.
  4. Eselon IV: Kepala Seksi di masing-masing Bidang, kepala seksi UPT Balai POM.

Aku magang di UPT Jawa Barat (Balai Besar POM di Bandung)

Balai Besar POM tempat aku magang  adalah UPT tersibuk di Indonesia.  Kenapa? Karena di Jawa Barat ini merupakan lokasi di mana pabrik-pabrik obat dan sarana distribusi pangan, kosmetik, komplemen, OT terbanyak berdiri. Sebenarnya UPT terdiri dari 2 jenis, Balai POM dan Balai Besar POM. Apa perbedaannya? Perbedaannya ada di sarana yang dimiliki. BBPOM punya laboratorium mikrobiologi. Untuk Balai POM, kepala UPT menjabat di Eselon III, dan langsung ke kepala seksi (tidak ada kepala bidang).

Terus Del, kamu magang di BBPOMnya di bagian apa?

DI PEMDIK…..

pemdik??apaan tu?

Pemdik singkatan dari Pemeriksaan dan Penyidikan. Awalnya, kukira aku akan ditempatkan di laboratorium karena kan anak SF. Ternyata aku ditarok di tempat kering yang penuh dengan perundang-undangan.

Di BBPOM di Bandung terdapat 5 Bidang

  1. Pengujian Pangan
  2. Pengujian Mikrobiologi
  3. Pengujian Teranokoko (Terapetik, Narkoba, OT, Kosmetik, dan Komplemen)
  4. PEMDIK (terdiri dari Seksi Pemeriksaan dan Seksi Penyidikan)
  5. SERLIK (terdiri dari Seksi Sertifikasi dan Seksi Layanan Informasi Konsumen)

Karena aku anak SF justru aku ditempatin di PEMDIK, di seksi pemeriksaan. Apa yang dilakukan seksi pemeriksaan?

Belanjaa..heheehe. Yaa. belanja! Belanja secara langsung di griya-griya, toko obat, apotek, toko-toko, pokoknya belanja di mana orang-orang biasa belanja kebutuhan sehari-hari.

Tapi gak sembarang belanja, kita beli produk dengan Nomor Batch, Kadaluarsa, dan No registrasi yang sama. Istilahnya sedang sampllig barang, untuk kemudian data-data yang tercantum di kemasan, lokasi pembelian, hingga harganya kami masukkan ke dalam website SIPT (Sistem Informasi Pelaporan Terpadu) punya BPOM.

Setelah dimasukkan ke dalam website, barang kemudian dikelompokkan berdasarkan laboratorium pengujian yang sesuai dengannya, ditempelkan suatu stiker yang terdiri dari angka-angka dan huruf KM jika sampel akan diuji di laboratorium Kimia dan Mikrobiologi. Diberi tanda K saja bila sampel hanya akan diuji di lab Kimia. Begitupula dengan kode M.

Sampel kemudian diserahkan ke MA (manajemen administrasi) yang letaknya di samping gedung PEMDIK. Di sana kemudian direkap untuk dibagikan ke laboratorium pengujian melalui penyelia di masing-masing lab. Penyelia bertugas membagi sampel untuk diuji oleh analis sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing analis. Setelah hasil uji keluar, hasil dilaporkan ke penyelia, kemudian oleh penyelia dilaporkan kepada Kepala Bidangnya. Dari kepala bidang kemudian dilaporkan ke Kepala Balai Besar POM. Kemudian dilaporkan ke PPOMN dan Deputi III.

BPOM ini mengawasi obat dan makanan mulai dari Pre Market hingga Post Market. Pre Market artinya sebelum izin edar dikeluarkan, BPOM sudah mengevaluasi obat&makanan tersebut. Post Market berarti pengawasan terhadap obat&makanan yang sudah ada di pasaran.

Terdapat 3 jenis sampling:

  1. Compliance
  2. Surveillance
  3. Spesifik

Sampling compliance berarti sampling rutin. Artinya, obat&makanan post market dievaluasi secara rutin. Surveillance berarti pemeriksaan obat&makanan karena adanya laporan dari pihak kepolisian/masyarakat sekitar. Sementara spesifik artinya barang yang disampling adalah yang khusus hanya ada di daerah provinsi itu saja, misal seblak, kan cuma ada di Bandung tu.. hehe.

Kenapa perlu sampling?

  • Menjamin konsistensi mutu obat
  • Banyak produk yang sebenarnya tidak memenuhi syarat kriteria BPOM
  • Banyak produk yang disalahgunakan. Contoh: dextrometorphan, efedrin
  • Mendeteksi secara dini sesuai visi dan misi POM meningkatkan kesehatan masyarakat

B. Pengawasan Pangan

Pangan adalah segala sesuatu yang bersumber dari sediaan hayati yang berasal dari perkebunan, pertanian, kehutanan, perikanan, peternakan, dll baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman yang dikonsumsi manusia, termasuk BTP, bahan baku, dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan/pengolahan/pembuatan makanan&minuman (UU Pangan No 18/2012)

Ah yaa. Things you should know:

BPOM hanya mengawasi (menindak) produk yang berbentuk kemasan yang LEGAL. Legal artinya punya nomor registrasi. Semua produk obat dan makanan yang memiliki nomor registrasi sepenuhnya diawasi oleh BPOM.

Terus bagaimana dengan cilok, seblak, yang kaki lima gitu.. kan gak punya nomor registrasi? Ya. BPOMpun mengambil sampel PJAS (Pangan Jajanan Anak Sekolah) untuk diuji. Namun karena tidak punya nomor registrasi, maka tanggung jawab sepenuhnya milik Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota tempat PJAS itu berada.

Kalo kasus buah-buahan gitu..? Yang impor-impor gitu, kan katanya banyak mengandung zat berbahaya, BPOM ngapain aja selama ini?? Eits… jangan salah. Berhubung apel bukanlah produk yang mendapat nomor registrasi BPOM, urusan ini diserahkan ke Dinas Pertanian. Begitu pula dengan kasus ikan, daging impor, sepenuhnya diserahkan ke Dinas Peikanan dan Perdagangan atau dinas-dinasan lain yang bersangkutan.

Masa sih? Ya begitu. Kecuali apel itu sudah mengalami pengolahan hingga jadilah selai, dll. Atau ikan itu sudah diolah menjadi abon dan telah mendapat nomor registrasi dari BPOM. Barulah semua produk itu full diawasi oleh BPOM.

Tapi gak semua pangan juga sih diawasi oleh BPOM. Kalo merhatiin kemasan pangan, ada beberapa jenis kode nomor registrasi. MD, ML, dan PIRT diselingin 12 digit angka. Izin P-IRT dikeluarkan dan diawasi oleh Dinas Kesehatan walaupun berupa suatu makanan olahan. Cuma BPOM ikut membantu dalam pengujiannya. P-IRT artinya Pangan Industri Rumah Tangga. Pangan yang cepat kadaluarsa tidak perlu mendaftar P-IRT. P-IRT adalah kode untuk pangan yang dibuat tanpa peralatan otomatis. Sementara yang berkode MD dan ML full diawasi oleh BPOM. MD berarti makanan dalam negeri, ML berarti makanan luar negeri.

Mau daftar produk pangan ke BPOM?

  1. Mengajukan permohonan PSB, melampirkan syarat dan administrasi ke kepala Balai.
  2. Kepala Balai membentuk tim audit CPMB, CDMB, keamanan, mutu, gizi, label.
  3. Keluar BAP.
  4. Mendaftar online pom.go.id atau mengisi formulir pendaftaran dengan melampirkan berkas, tanda bukti pembayaran dan surat rekomendasi
  5. Setelah 60 hari, Nomor izin edar dikeluarkan Kepala BPOM berlaku selama 5 tahun.

Ada beberapa jenis pangan yang wajib daftar MD, bukan P-IRT walaupun dibikin di skala rumah tangga:

  1. Daging dan hasil olahan. Contoh: Sosis, baso, nugget
  2. Susu dan hasil olahan. Contoh: UHT, yogurt, es krim (yg ada susunya)
  3. Tepung
  4. Coklat bubuk
  5. BTP (Bahan Tambahan Pangan)
  6. AMDK (Air Minum Dalam Kemasan)

Kenapa wajib MD? Karena merupakan pangan yang memiliki resiko tinggi sehingga pengawasan full oleh BPOM. Memiliki resiko tinggi karena selain pH yang sesuai juga pastinya karena mengandung air yang mana bakteri cepat tumbuh di dalamnya. Tepung? Coklat bubuk? Mengandung nutrisi untuk perkembangan bakteri. Pabrik yang mencantumkan MD akan diaudit CPMB dan CPPOB (cara pembuatan pangan olahan yang baik).

Lalu bagaimana dengan ML? Yang meminta nomor registrasi ke BPOM adalah pemilik sarana importir. Misal, KitKat diproduksi di luar negeri diimpor oleh PT Nestle. PT Nestle inilah yang meminta nomor registrasi ML ke BPOM. Untuk ML, karena merupakan “jajanan” import yang gak pake B. Indonesia, maka dipersyaratkan semua ML yang beredar harus berbahasa Indonesia setidaknya di bagian Label Komposisi. Untuk importir ML, BPOM mengawasi CDMB (cara distribusi makanan yang baik).

Undang-undang mengenai pangan antara lain:

  1. UU Pangan 18 Tahun 2012: 12 bab 154 pasal
  2. UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
  3. PP 28/2004 tentang keamanan mutu dan gizi pangan
  4. PP No. 69/99 Tentang Label Iklan

Dari UU Pangan 18/2012, perlu diketahui kalo suatu pabrik yang nimbun pangan supaya harga jadi naik, denda 100 milyar.  yang pake BTP dengan kadar diambang batas, bakal dikenakan denda 10 Milyar rupiah. Pangan olahan gak punya Nomor Izin Edar tapi bikin dalam bentuk kemasan denda 4 milyar. Awas lo..

Fyi, pernah denger fortifikasi?

Fortifikasi adalah proses yang dicanangkan oleh pemerintah untuk meningkatkan gizi masyarakat Indonesia melalui penambahan zat nutrisi ke dalam 3 jenis pangan yang terbanyak digunakan masyarakat Indonesia. Pangan ini juga wajib SNI.. 3 jenis pangan itu adalah:

  1. Minyak goreng (ditambahkan vitamin A)
  2. Garam (ditambahkan iodium)
  3. Tepung (ditambahkan vitamin B1, B2, zat besi, folat, dll)

C. Pengawasan OBAT

Hmm. ini dia nih yang kompleks. Kenapa kompleks? karena yang namanya obat adalah racun, cuma di dosis tertentu dia memberikan efek terapeutik, di dosis terlampau rendah tidak memberi efek, dan kelebihan dosis sedikit saja menyebabkan kematian.

Makannya farmasi teh emang rada-rada….

huhuhuhu

Pengawasan Obat memang sudah seharusnya ketat. Dari struktur BPOM dapat dilihat terdapat 5 direktur dibawa deputi I. Dari standarisasi, lalu penilaian, pengawasan distribusi, pengawasan produksi produk terapetik dan PKRT, hingga distribusi NAPZA.

CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik)

Prinsipnya adalah proses produksi mengikuti prosedur baku yang ditetapkan. Dengan demikian, obat yang tersebar di masyarakat dijamin konsistensi dan pemenuhan persyaratatan aman, bermutu, dan berkhasiat. Intinya mencegah kontaminasi, mix up, dan kekeliruan lainnya.

Untuk memenuhi kualifikasi CPOB, terdapat 5 GMP yang perlu dipenuhi:

  1. Proses pembuatan
  2. Proses produksi: pengolahan dan pengemasan
  3. GQCLP (Good Quality Contorol Laboratory Process)
  4. GSP (Good Storage Practice)
  5. GDP (Good Distribution Practice)

CPOB ini selain untuk memenuhi Pre Market juga digunakan untuk evaluasi Post Market. 12 Bab dalam pedoman CPOB:

  1. Manajemen Mutu
  2. Personalia
  3. Bangunan dan Fasilitas
  4. Peralatan
  5. Sanitasi dan Higienis
  6. Produksi
  7. Pengawasan Mutu
  8. Inspeksi Diri, audit mutu, audit persetujuan, pemasok
  9. Penanganan keluhan dan penarikan kembali produk
  10. Dokumentasi
  11. Pembuatan  dan analisis berdasarkan kontrak
  12. Kualifikasi dan Validasi

Sejujurnya materi ini sangatlah dalam sehingga aku kurang paham. Di akhir sesi ibunya bilang kalo materi yang diterangkan hari itu hanyalah kulit ari. X_x

Advertisements

9 thoughts on “Magang di BPOM”

  1. Kak. Boleh share gimana syarat bisa magang di BPOM ga? Entah itu waktu yang pas dll. Bisa jawab via email aku aja kak. Makasih kak atas infonya 😊

    1. Kalo di himpunan saya, bagian kesmiknya membuat link dengan BPOM mbak, kalo gak salah pertama nelfon bagian MA (manajemen administrasi) dulu apakah buka magang untuk mahasiswa S1 tau tidak. Kebetulan BPOM bandung yang biasanya cuma buka magang buat mahasiswa PKPA (profesi apoteker), tahun lalu (2016) buka magang mbak buat mahasiswa. Justru BPOM jakarta yg biasanya buka magang buat mahasiswa, tahun lalu mereka gk buka. Ohya, ngehubunginnua dari jauh hari. Kalo tahun lalu saya magang bulan juni, kesmik himpunan saya sudah menelpon BPOM dari bulan Januari. Mungkin mbaknya bisa nelpon dulu dari sekarang

  2. Salam kenal kak hehe. Mau nanya kak kalo magang di bpom itu sama nantu dibayar enggak ya kak? Hehe

    1. Btw u farmasi juga? Kalo mau yg dibayar ke perusahan nasional gitu kayak medion, paragon, biofarma, dexa, apalagi ya? Aku lupa apa aja. setauku mereka lumayan dapetnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s