Novel Matahari, by: Tere Liye. Sebuah Resensi.

Assalamualaikum Wr Wb.

Malam guys. Sudah sebulan ini, banyak sekali yang sedang kupikirkan. Tugas, tingkat akhir, topik TA (skripsi), dosen pembimbing, buku referensi TA, ditambah kebutuhan banyak wkwk. Alhasil, aku menjadi galau akan pengeluaran yang tidak sebanding dengan pemasukan ini. Ketika galau, seperti biasa, aku mencari pelarian, di dunia maya, karena doi hanya bisa kutemukan di dunia maya. Siapakah dia? Bapak Darwis, Tere Liye, dengan kalimat-kalimat manisnya. Semakin galau aku, semakin banyak kalimat yang kubaca. Hingga halaman facebook bapak Tere Liye aku scroll terus sampai ke bawah, karena tak pernah membosankan. Pada akhirnya… aku tercengang beberapa detik.

lomba-1

Eng Ing Eeenngggg.. Alhamdulillah, doaku dikabulkan-Nya. Ada lomba resensi berhadiah voucher gramedia dan sepaket buku! Hahaha. Adrenalinku membara. Pokoknya harus ikuut! Semoga diberi rezeki oleh Allah S.W.T. aamiin ^_^

Masalahnya adalah,

khusus novel Matahari, aku gak punya 😦

img_4315

Ini perpustakaan kecil rumahku. Rak di atas hanya 1/4 bagian dari ukuran rak yang sebenarnya. Dan rak itu sebesar itu ada 2 di rumah. Dan, dua-duanya penuh. Alhamdulillah.. Punya saudara kutu buku. Wakakkak 😀

img_4317

1/10 bagian dari rak itu.. dikhususkan untuk novel Tere Liye. Ya, bapak punya 1/10 bagian dari hati saya. #astagfirullah #bapak #sudah beristri #hampura

Orang rumahku semuanya menyukai novel Tere Liye. Kalo pergi ke Palasari, kalo gak nyari buku farmasi, buku arsitek, ya nyari novel Tere Liye hohoho. Tapi… teringatlah aku, bahwa kini sudah akhir bulan. Ditambah pada bulan Oktober ini, kakak-kakak tingkatku banyak yang wisuda. Alhasil, semakin sering diaduk, viskositas uang semakin kecil, semakin mudah mengalir 😦 #naon #huhu

THEN,

tiba-tiba, salah satu adik tingkatku, namanya Mitha, mengizinkan novel Mataharinya untuk aku baca sebentar. Hwaaa. Aliran uang pun terhenti. Terimakasih Mitha! ❤

Kembali ke inti 😀

——RESENSI——

img_4318

Ini cover novelnya..Gimana? Lebih bagus cover novelnya? atau bed cover latar belakangnya? hehehee #crunchy.

img_4319

Ini isi novelnya.. Semua novel Tere Liye gak pernah absen ngasih pembatas buku 😀

Okeee, bentangkan layarnya kembali kapten!

——

Judul Novel: Matahari

Penulis: Tere Liye

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta

Tahu Terbit: 2016

Tebal: 397 Halaman

Harga: Rp 82.000,00

——

SINOPSIS

Ada 3 hal yang paling aku sukai di dunia ini yaitu Matahari, Bulan, dan Kamu. Matahari untuk siang hari, bulan untuk malam hari, dan kamu untuk selamanya 🙂 #gombal.

Eitsss gak gitu xD Hahaha, untuk kali ini novel Tere Liye bukan lagi tentang romance-romance galau, bukan. Kali ini, Tere Liye menyentuh hati gue melalui cerita fantasi. Gak kalah menarik.

Pak Tere a.k.a Darwis, kini bikin novel fantasi tentang petualangan anak remaja. Mereka adalah Ali, Raib, dan Seli yang ceritanya baru masuk SMA. Mereka ini bukan anak biasa, mereka luar biasa. Punya kemampuan hebat!

Ali, seorang remaja tokcer yang encer banget otaknya, super jenius, hobinya ngeLab, tapi Ali bukan anak farmasi x_x wkwk, Ali mungkin akan menjadi anak Mesin, atau menjadi anak Elektro suatu saat nanti, karena Ali senangnya ngotak-atik teknologi mutakhir, sampai bisa bikin teknologi sendiri. Teknologi buatan Ali yang paling berpengaruh pada novel Matahari adalah: Ily, bukan, bukan Ily almarhum teman Ali dkk, Ily ini adalah nama dari suatu kapsul yang dibuat Ali untuk menemani petualangan menuju Klan Bintang (yahh,keceplosan). Dan, yang bikin cerita ini menjadi seru adalah, Ali bisa berubah jadi Beruang! Ukurannya sebesar lapangan basket. Hii

Raib, seumur dengan Ali. Kemampuannya adalah menghilang! Dengan cara berpindah tempat secepat kilat sehingga terlihat seperti menghilang, seperti teleportasi. Selain itu, Raib dapat membentuk gelembung tameng. Tameng ini bersifat hidrofobik (…..haha) karena mampu melindungi diri Raib atau siapapun yang dikehendakinya dari serangan yang datang, termasuk serangan hujan. Tapi, tameng ini dapat hancur bila diberi energi yang tinggi seperti listrik atau petir.

Seumuran dengan Ali dan Raib, namanya Seli. Ali, Raib, dan Seli ini sesungguhnya adalah anak-anak “luar angkasa” yang tinggal di Bumi dan dipertemukan dalam satu sekolah. Kemampuan Seli adalah menghasilkan listrik dan petir! Dengan demikian, Seli gak usah bayar PLN (hohoho). Btw, gue semakin yakin pasti di daerah kosan temen2 gue tu, di Cisitu, gak ada nih anak2 ajaib kayak gini. Kalo ada, pasti gak bakal pernah mati lampu 😦 hahah. hmm

Novel Matahari ini bersequence gituu. Sebelum Matahari, ada novel Bumi dan Bulan. Fokus dari novel Matahari adalah Ali. Pada novel Bumi, lebih banyak bercerita tentang Raib. Sementara pada novel Bulan, fokus ada pada Seli.

Ali, termasuk golongan orang berdarah biru (orang kaya) yang bahkan dalam rumahnya ada Lab. Jadi gak usah jauh-jauh ke kampus untuk TA. (bukaan, bukan gitu Del haha x_x). Lab itu berada di bawah tanah. Kamar Ali ada di Lab itu juga. Jadi sebelum dan sesudah tidur Ali selalu ngeLab (cukup Del x_x). Ali ini orangnya sangat suka membaca. Oleh karena itulah, Av, temannya saat berpetualang di klan Matahari, memberikannya suatu flashdisc kapasitas dunia akhirat (oke, ini sangat hiperbolik) yang isinya seluruh ilmu pengetahuan dunia pararel.

Kadangkala aku gagal, menemui jalan buntu, tapi aku tidak akan berhenti. Karena aku menyukainya, passion, hobi, mimpi-mimpi, semangat entah apalagi yang tepat untuk menggambarkannya.

– Ali, 15 Tahun. 🙂

Namun,

mengenai Klan Bintang, sedikit sekali data mengenai Klan tersebut. Karena memang Klan Bintang dianggap legenda dan minim informasi tentang di mana lokasi klan ini sebenarnya. Adrenalin Ali membara –persis seperti aku ketika mengetahui Gramedia mengadakan lomba resensi, wkwk— Ali semakin bersemangat untuk mencari tahu di mana klan ini sebenarnya. Raib tidak mau menggunakan kekuatan teleportasinya, karena Raib amanah terhadap pesan Miss Selena yang diberikan padanya (untuk tidak menggunakan kemampuannya tanpa tujuan sebenarnya). Alhasil, ketiga sejoli ini harus melewati lorong-lorong kuno, ular, kelelawar, hingga pada titik akhir perjuangan di mana mereka bertiga hampir menyerah melawan hewan-hewan tersebut. Beruntung, serombongan prajurit klan Bintang datang dan menyelamatkan mereka.

Finally, Ali, Raib, dan Seli, tiba di Klan Bintang!!

Loohh. Ceritanya gak cuma sampai sini saja woii haha. Di Klan Bintang, mereka bertiga dianggap sebagai ancaman dan harus dimusnahkan.  Kemampuan dan teknologi yang Ali miliki saat itu tidak cukup bila tidak disertai dengan kecerdikan dan solidaritas timnya. Apalagi, di tengah perjuangan, Seli terpisah dari Ali dan Raib. Lebih apesnya lagi, buku legendaris milik Raib juga menghilang! :(( Ke manakah Seli? Di mana buku kematian Raib? Di sinilah puncak dari novel Matahari ^^

Ya ya ya. Penasaran??

UNSUR INTRISIK NOVEL

  1. Tema: Fantasi
  2. Latar Belakang: Klan Bumi, Klan Bulan, Klan Matahari, Klan Bintang
  3. Waktu: Sepanjang hari.
  4. Suasana: Menegangkan, mengharukan
  5. Alur: Maju mundur
  6. Gaya Bahasa: Mudah dimengerti pembaca
  7. Amanat: Hidup ini adalah petualangan. Semua orang memiliki petualangannya masing-masing, maka jadilah seorang petualang dengan melakukan hal terbaik.
  8. Penokohan: a. Ali; jenius, optimistis. b. Raib; solid, peragu, cekatan c. Seli; solid, baik hati, penakut.

KELEBIHAN

  1. Novel ini cerdas. Seperti novel Tere Liye lainnya, terdapat unsur ilmu pengetahuan di dalamnya, membuat pembaca akan mengucapkan “Oo ternyata gitu ya!” Well Play, bapak Darwis, well play 😀
  2. Kalimat yang digunakan simpel dan mudah dimengerti
  3. Imajinatif, sehingga tidak membosankan
  4. Mengajarkan fungsi sesungguhnya dari persahabatan 🙂 #friendship #goals

KEKURANGAN

  1. Masih terdapat kata-kata typo pada cetakan ke 2.
  2. Nama tokoh angkasa luar cenderung aneh dan terlalu imajinatif.

Sekian resensi Novel Matahari dari saya. Semoga bermanfaat bagi pembaca yang sedang memilih-milih novel untuk dibaca. Novel Matahari recommended gan!

Kurang lebihnya mohon dimaafkan. Wassalamualaikum Wr Wb

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s