Berdamai dengan Masa Lalu

Bagiku, masa lalu bagaikan sepotong bagian jatung. Setiap waktu terasa berdetak seiring derasnya aliran darah yang mengalir. Menghasilkan tekanan, mempengaruhi pembuluh pembawa nutrisi yang tanpa hadirnya, manusia tak berdaya, lemah.

Tidak ada manusia yang sempurna. Namun yang Maha Kuasa menutupi aib hamba yang dikehendakiNya. Masa lalu ada sebagai spion penumpang masa depan. Aku dengan spion kelemahanku. Kamu dengan spionmu, yang bila Sang Pemilik Hati ini meridhoi, kuterima milikmu sepenuh hatiku.

Bersediakah, bila kuajak dirimu memulai semuanya dari titik 0, berdamai dengan masa laluku yang menyiksa, dan bersama-sama kita mencari berkah Allah yang melimpah di muka bumi ini, seperti yang orang tuaku lakukan 25 tahun yang lalu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s