What Do You Want?

Assalamualaikum Wr Wb

Haloooo wordpress! (gak ada yang baca). Lama gak ngepost (cuma seminggu, wkwk). Kemaren lusa aku habis ngepoin sebuah akun tumblr (bukan akun u sisss (ilma), wkwk) yang kemudian mengarahkanku ke akun tumblrnya mas gun. Mas Gun ini satu dari ±10 orang pria panutanku (banyak amat? Wkwk. Biarin, yang ada di hati, tetep cuma kamu seorang 🙂 ). Scroll ampe bawah, nemu tulisannya yang ini.

———

Apa yang kita kejar sampai kita kelelahan?

Apa yang kita kejar sampai kita diburu waktu? Apa yang kita kejar sampai siang-malam tidak henti-hentinya mencari? Apa yang sebenarnya kita kejar? Apakah  kekayaaan? Ketenangan jiwa? Kebebasan? Keberkahan? Atau apa? Coba renungi, apa yang sebenarnya kita kejar hingga kita melakukan segalanya saat ini.

———

Apa yang kukejar sampe detik ini? Wisuda pastinya (Semangat Juli Bang… 🙂 ). Sesudah wisuda, terbukalah pintu menuju ambisi dan cita-cita lainnya. Nikah (HAAHAHA), kuliah apoteker, kerja di tempat bagus, terus bikin usaha sendiri, bangun ini itu, pergi sana sini, dan duniawi-duniawi lainnya. Cita-cita manusia emang gak bakal pernah berhenti, tuntas satu, kejar yang lain. Dia ketauan ngeceng cewek lain, gue cari aja lagi yang lain. Hahaa. Simple. (ngetiknya sih gampang, ya..ngejalaninnya…)

Terus? hidup mane teh, buat ngejar cita-cita?

Dangkal banget ya. Cita-cita dikejar terus. Padahal rezeki kan sudah diatur. Buat apa hidup w kalo gitu dong?

Tiba-tiba arti salah satu ayat di surat Al Maidah terbaca oleh gue. BUKAN, Bukan tentang Pak Ahok. Al Maidah ayat 119 yang artinya:

Allah berfirman, “Inilah saat orang yang memperoleh manfaat dan kebenarannya. Mereka memperoleh surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida kepada mereka, dan mereka pun rida kepada-Nya. Itulah kemenangan yang agung”

Allah ridho kepada mereka, dan mereka pun ridho kepada-Nya. Itulah kemenangan yang agung. Kemenangan yang agung. Yang agung. Ridho. Agung. 

^_^

Case solved!!

Tadi, Mas Gun ngasih beberapa opsi apa yang kita cari:

  1. Apakah kekayaaan?
  2. Ketenangan jiwa?
  3. Kebebasan?
  4. Keberkahan?
  5. Atau apa?

Sudah kurenungi, masku. Jawabannya sudah kutemukan. Dari ayat Al Quran tadi, definisi kemenangan yang agung adalah Allah ridho kepada mereka, dan mereka ridho kepada-Nya. Seorang ulama dalam bukunya menyimpulkan syarat diridhoinya suatu amal oleh Allah adalah bila kita bertauhid, ikhlas, dan sesuai syariat agama. Bukannya ini sangat menjawab? Dear Mas Gun, saya rasa jawaban yang paling pas adalah……

Hasil gambar untuk i am number four

Keberkahan.

Kata berkah ini yang berkali-kali disampaikan mamaku. Berkah berarti dengan segala keterbatasan, bisa memenuhi semuanya. Harta yang berkah walaupun sedikit, namun dengan keajaibannya masih bisa mencukupi semua kebutuhan. Berkah bukan cuma dalam konteks harta, juga termasuk tahta dan wanita incaranmu itu. Bagaimana proses yang dijalani untuk mendapatkannya, di situ letak pemrosesan keberkahan. Balik lagi ke life’s principle no. 5, tentang jalan menuju keberkahan, yaitu hidup yang lurus-lurus saja. Sudah dewasa sudah bisa membedakan proses yang benar dan yang salah. Proses mana yang sudah ditetapkan halal, dan apa saja yang sudah ditetapkan haram. Bagaimana bila kita ikuti aturan main-Nya? Dengan selalu mengingat, apa yang kamu cari selama ini? Keberkahan.

Apa yang kamu kejar sampai kelelahan? Ketika mati hanya membawa 3 perkara (Life’s principle no. 3)

You are number 1? Nize.

Gak salah kalo hidup untuk kekayaan. Duniawi so much. Dan lagian emang sudah seharusnya semua muslim harus kaya. Gimana mau menuhin zakat sampai naik haji kalo gak pandai nyari harta. Gimana mau nabung buat di akhirat kalo di dunia gak sanggup beramal. Bener, this duniawi glory juga cita-cita.

Namun, salah satu syarat diridhoi suatu amal adalah sesuai syariat. Hal-hal yang tidak sesuai syariat, seperti bank non syariah dengan segala ribanya, asuransi, dll, yang dengan segala jangkauannya ‘terasa’ memudahkan hidup kita. Sangat menggoda, bagimu, yang gak sanggup independent, gak bisa bertahan untuk menjauh dari keharaman. Gak salah emang kalo hidup untuk kekayaan. Justru harus kaya. Bila menjadi orang kaya, bisa terhindar dari maksiat bunga nyicil mobil, bunga nyicil rumah, asuransi pendidikan anak-anak, asuransi kesehatan, dll. Belajar. Ikut aturan main. Btul btul btul

Apa yang kamu kejar sampai diburu waktu? Ketika mati hanya membawa 3 perkara (Life’s principle no. 3)

You are number 2? Number 3? Nize.

Ketenangan jiwa.. kebebasan. Gue banget.. Setelah TA ini selesai.. jiwa gue akan tenang.. bebas.. Balik ke life’s principle no. 4, gak selamanya hidup tenang-tenang saja. Justru cobaan ada untuk menguatkan pribadi. Kalo gak ada TA mungkin hidup gw bakal acak-acakan kayak dulu. TA setidaknya membuat hidup gue lebih teratur, dan tentunya bikin gue menjadi semakin pharmacist gitu deh. Kebebasan? Ckckck. Gak selamanya gw ingin bebas. Gw pengen cepet-cepet terikat oleh ikatan yang abadi…. hingga maut memisahkan. Naon !

Apa yang kamu kejar sampai siang-malam tidak henti-hentinya mencari? Ketika mati hanya membawa 3 perkara (Life’s principle no. 3)

Reminder untuk Adel, selamanya. Hati-hati belok. Hati-hati, hati-hati. (Wartami, 21 tahun). Perempuan juga dipegang omongannya.

Ngomong apa awak. Ditulis dibawah nasihat mama tentang keberkahan. Semoga tulisan ini bermanfaat dan membuka pikiranmu, kawanku. Wassalamualaikum Wr Wb

Advertisements