#5 Menemukan Alasan di Farmasi (Part 1)

Assalamualaikum Wr Wb

Dann. Ini akhir dari rangkaian keabsurdan semester 8. Yeayyy!!

Menemukan alasan di farmasi, setelah hampir 4 tahun kuliah, wkwkwkwkw. Setelah bertanya tanya dan berharap menemukan jawabannya dari tingkat 1, akhirnya aku menemukannya di akhir tingkat 4, wkwk. Alhamdulillah.

Kalo dulu kamu bertanya mengapa aku memilih farmasi?

Jawabannya adalah………… tidak tahu. Benar-benar gak tau.

Tahun 2013. Pendaftaran SNMPTN.

Prinsipku adalah selalu berdoa ditempatkan Allah di tempat yang terbaik untukku dan orang tuaku, dan selalu berusaha mengenyampingkan keinginan sendiri berhubung masa depan ada di tanganNya dan sukses masa depan bukan aku yang menentukan.

And here I am. Sekolah Farmasi ITB. Umurku saat itu sekitar 17 tahun dan hampir selama 17 tahun pula gak pernah terpikir suatu saat akan jadi anak farmasi.

Tahun 2010. Masuk SMA.

Kala itu, aku adalah anak bingung tapi senang bermimpi. Bahkan dari sebelum masuk SMA aku udah punya mimpi bakal kuliah di mana.

UI atau UNPAD harga mati!!!

Dari kecil mimpiku adalah pandai bicara depan orang banyak, wkwkwkwkwk. Bukan karena aku merasa bisa bicara depan banyak orang, justru kebalikannya, karena gak bisa! FIKOM atau Hubungan Internasional adalah mimpiku sejak SMP.

Tahun 2011. Banting Setir.

Aku sekolah di tempat yang kelas IPSnya paling bagus sebandung raya. Aku minta izin ke ortu buat masuk jurusan IPS karena pengen masuk UI. Sudah kuduga-duga. Gak diizinin, wkwk. Akhirnya aku milih jurusan IPA. Dengan iming-iming kesempatan anak IPA yang bisa berkhianat masuk ke jurusan IPS semakin membuatku ikhlas masuk jurusan IPA. Sorry guys do not mean dulu emang secetek itu jalan mikirnya, wkwwkkwkwk.

Di tahun yang sama, kakakku, yang cuma beda 2 tahun denganku, lagi belajar abis-abisan biar bisa masuk univ yang dia pengen, pilihan satunya yaitu ITB. Tiap sabtu minggu ke edulab (nama bimbel) sampe nginep segala. Buset.

Dalam pikiranku waktu itu, “Niat banget dah, ITB kan laki, bukan buat perempuan” (kakakku itu perempuan)

Entah bulan Mei atau bulan Juni di tahun 2011 tersebut, pengumuman bersejarah itu keluar, kakakku diterima di SAPPK ITB!!!!!

Sebagai adik yang sama-sama perempuan, yang selalu menapaki jalur akademik yang gak jauh berbeda dari TK sampe SMA, dan yang selalu dibanding-bandingkan, ditambah dengan  nama ITB yang menjadi sedikit lebih keren dari UI atau UNPAD di telingaku dan keluargaku, sumbu api keambisan itupun mulai terbakar sedikit demi sedikit.

Pokoknya,aku, juga harus bisa masuk ITB!!!

WKwkwkwkwkwkw

Kembali ke tahun 2013. Pendaftaran SNMPTN.

Eureka adalah kegiatan pengenalan kampus ITB oleh para alumni SMA 5 yang sedang kuliah di ITB. Rangkaian acaranya yaitu adalah touring kampus ITB ganesha!! Yeayy!! Main-main seharian di ITB, ngeliat gedung-gedung fakultas, sekre himpunannya, kegiatan-kegiatan mahasiswanya, kantin, dll. Dan untuk setiap prodi ada perkenalannya dari kakak-kakak ITB.

Ohiya, aku seantusias itu sama touring ini!! Hehe. Berhubung pengen masuk ITB tapi galau luar biasa mau masuk jurusan apa, padahal, itu udah bulan Januari dan pendaftaran SNMPTN sudah akan dibuka. Sebelum touring di mulai, isi doaku adalah:

“Ya Allah kalo jurusan itu berjodoh denganku semoga diklopkann.. aamiin.. udah bulan Januari..”

Touring dimulai dari fakultas di sebelah Barat. Kala itu rombongan kami melewati suatu himpunan mahasiswa yang di depannya waktu itu ada patung kertas gitu kayaknya kepala orang pake topi insinyur terus ada garis-garisnya. Kakak tour guide bilang itu jurusan sipil fakultasnya FTSL.

Oh sipill…. Apaan ya itu sipil? Abang tour guidenya ngejelasin sih, tapi aku gak ngerti ngomong apa. Lagian, aku gak peduli juga.. Soalnya.. tetiba aku menjadi merasa klop sama jurusan ini!!! Jatuh cinta pada pandangan pertama dan merasa doa sudah dikabulkan. Sip. Case solved. SNMPTN nanti aku bakal milih FTSL. Membuatku menjadi gak terlalu merhatiin abang-abang tour guide di fakultas-fakultas lain, termasuk farmasi (sad) wkwkwk.

Aneh banget emang waktu itu. Wkwkwkkwk

Maret 2013. Mengisi formulir SNMPTN.

Di bulan ini bener-bener seadrenaline itu. Aku yang tadinya mau daftar FTSL memilih mundur karena kata kakakku sipil itu fisika. Bye FTSL!

Kalo boleh jujur, aku pengen banget masuk SBM….. berhubung di SMA aku nemuin passion menjadi wirausaha mulai dari jualan binder, donat Jco, yogurt, dll sampe lupa udah danus apa aja. Tapi…….. you know lah, gak enak ngomong sama ortu…. :’)

Akhirnya, nemu jurusan Teknik Industri dan MRI yang katanya prodi baru di FTI, gak fisika2 banget, bahkan jadi kayak SBM gitu belajarnya (katanya). Oke aku daftar sini aja!!!! Tapi, aku milih untuk mundur, karena masih berpikir realistis, temen-temenku yang juara kayak Alm. Rubi, Faan, Acung, Ayunda, yang juara umum itu udah daftar FTI. Err…..

Pada akhirnya, deadline daftar pukul 00.00. Aku submit jam 23.57. Horor dan mencekam!!!

Pilihan 1 : Sekolah Farmasi ITB

Dulu pas kelas 11, beres ketemu mentorku yaitu teh Gilang (FKK 2009), malemnya aku mimpi tentang Farmasi isinya aku lupa apa yang pasti sedikit tertanam dalam pikiranku suatu hari nanti dunia farmasi itu akan berpengaruh dalam hidupku, namun sama sekali gak terpikir bakal jadi mahasiswi farmasi, wkwkwk. Ditambah dengan awal bulan November 2012, saat itu sedang bulan ramadhan, aku kena Tipes T_T 8 hari di rumah sakit membuatku kenal obat-obatan. Bermodalkan seneng kimia, biologi, dan matematika aku daftarkan SF ITB jadi pilihan 1. Sudah istikharah berkali-kali dan apapun pilihanku nanti itu yang terbaik and i chose this.

Pilihan 2: FTSL, wkwkkwwkkwkwkw

Masih penasaran apa maksud Allah membuatku klop dengan jurusan sipil pas touring kemarin. Siapa tau ternyata diterima di pilihan 2.

Pilihan 3: Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Menjadi Dokter. Ibuku ingin salah satu anaknya ngerti kesehatan. Tidak aku pilih menjadi yang pertama, berhubung harapanku adalah: kuliah di tempat yang terbaik bagiku dan orang tuaku. Bisa jadi kedokteran ini terbaik bagiku, tapi tidak bagi orang tuaku. Biaya kuliah kedokteran yang terkenal mahal dan lama sudah cukup menjadi alasan utamaku untuk lebih memilih ITB. Toh, menjadi anak farmasi pun akan mengerti kesehatan, walau dengan aplikasi ilmu yang berbeda dengan jurusan kedokteran.

Pilihan 4: Gak milih apa-apa lagi, aku cuma milih 3.

Mei 2013. Pengumuman SNMPTN.

“Sekarang fokus buat belajar  SBMPTN, jangan berharap SNMPTN!” Pesan ibuku berkali-kali yang malah membuatku jadi spartan. Alhasil, saking spartannya aku kena tipes 😥 (bercanda).

“Hah yakin kamu daftar ITB kayak si tatri? Udah, jadi guru bahasa inggris aja kayak papa, atau kalo mau ITB daftar yang peminatan itu aja” Said my father 😥 Papaku adalah orang yang paling bikin aku gak PD daftar ITB, cara belajarku emang gak kayak kakakku yang sampe nginep di bimbel segala, tapi gak berarti aku lebih bego juga keli 😥 kin marah, wkkwwk. Tapi, candaan ginian yang justru paling bikin meledak, wkwkwk. Siapa bilang gak bisa.

Siang itu, di hari pengumuman SNMPTN, aku ke edulab (tempat bimbel) dengan tenang dan tanpa beban. Bermodalkan kepercayaan diri bahwa aku gak bakal diterima, kkwkwkw, aku PD aja keli belajar sbmptn, gak ngarep deh diterima snmptn. Hari itu, aku belajar sbmptn seperti biasa, dengan hati tenang.

BOONG.

Jam 13.00, situs pengumuman SNMPTN dibuka. Udah.. di rumah aja, hihihihi. Kataku dalam hati. Dan ½ jam kemudian, aku langsung buka HP!! Wkwkwwkw. Masukin nama dan tanggal lahir.

KELUAR YANG IJO-IJO!!!!! SF ITB!!! SELAMAT!!!!!!!

Orang pertama yang aku telpon adalah kakak. Setelah itu papa. Wkkwkwwkkwkwkwkw.

Sori isi tulisannya gak menjawab judul, tapi ini harus diceritain supaya bisa nyambung ke bagian selanjutnya. Wkwkw.

20170827_091014

This is me with my older sister (right) and my younger brother (left). Tinggi tidak menentukan umur. Thanks. Hahaa. Jahim day on my graduation!!!

Bersambung ke Part 2.

Advertisements