#6 Menemukan Alasan di Farmasi (Part Terakhir)

Apakah kamu sadar/menemukan apa kesalahan besarku di tulisanku yang sebelumnya ini?

Kesalahanku adalah, pola pilihanku yang bergerak dari atas ke bawah. Bukan dari bawah ke atas. Pilihanku bergerak dari memilih universitas, kemudian mencari jurusan. Bukan memilih jurusan kemudian mencari universitas mana yang terbaik.

Kesalahan ini cukup fatal, btw… Selama 4 tahun kuliah aku bertemu dengan beberapa orang dengan pola pilihan yang sama sepertiku, siapa sangka, sebagian dari mereka ikut sbmptn di tahun ke 2, sebagiannya lagi memilih untuk menghabiskan lebih banyak waktunya di jalur non akademik, dan sisanya mencari alasan untuk bertahan.

Pilihan no 1 : Ikut SBMPTN di tahun ke 2

Yang kupercayai adalah selama sudah istikharah, apapun pilihan yang dipilih itu sudah final dan sudah yang terbaik karena keputusan bukan di tangan kita tapi sepenuhnya diserahkan ke Yang Maha Mengetahui segalanya. Gak ada lagi yang namanya salah jurusan.

Pilihan no 2 : Menghabiskan banyak waktu di kegiatan non akademik

Pilihan untuk aktif di akademik ataupun di non akademik tidak ada yang salah. Tapi fyi, melihat profil tokoh-tokoh berpengaruh dunia saat ini, cukup membuka pikiranku bahwa sukses gak selamanya bergantung pada who you are and what  you have done on your past. Mau nilai bagus prestasi selangit alumni kampus X ikut kegiatan ini itu jadi ketua sana sini wouldn’t define who you are in the future. Sesuatu yang harus diingat yaitu: Roda akan selalu berputar……..

An Nahl ayat 23 : “Sesungguhnya Dia (Allah SWT) tidak menyukai orang yang sombong”

Mari buang jauh-jauh rasa bangga terhadap apa yang telah dimiliki sekarang. Salah satu cara termudahnya yaitu dengan menghapus akun instagram.

Pilihan no 3 : Mencari alasan untuk bertahan

IMG_4011

Mencari alasan untuk bertahan di jurusan farmasi ini. Hmm, kalo bicara sebagai farmasis yang udah kenal betul seluk beluk farmasi, kapasitasku belum sampai untuk bicara sampai sini. Beres apoteker insya Allah bakal kuulas keprofesian ini sedalam-dalamnya, ya. Doain cepet lulus jadi apoteker makannya, hahaha. Tapi kalo bicara sebagai mantan mahasiswa farmasi, alasanku bertahan cuma 1.

Remember why you start!!!!

Mungkin dulu aku gak tau farmasi itu kayak gimana. Ditambah dengan aku tidak punya kenalan bahkan keluarga tidak ada yg pernah berkecimpung di dunia farmasi.

Hingga akhirnya, Tugas Akhir (TA) di semester 8 ini, mengalihkan dan mengembalikan duniaku :’)

Aku memilih Farmakologi sebagai fokus KK TA.  Di saat temen-temenku gak suka farmakologi, aku suka mata kuliah ini, lebih tepatnya, nilaiku cuma bagus di matkul ini!! wkkwkwkwkwk. Biarin aja ngelawan arus, justru untuk jadi expert, caranya itu ya menguasai apa yang orang lain gak bisa!

Motivasi utamanya adalah sesimpel karena aku sepengen itu bisa jawab keluarga ataupun masyarakat yang bertanya “Adel, kalo sakit XX obatnya apa ya?”. Aslii…… jadi farmasis itu berguna banget buat banyak orang, kawan-kawan..

Kalo kamu nyeletuk, “Del, maneh kan STF! Bukan FKK”. Ortuku ingin aku masuk STF, dan kalo aku masuk FKK mungkin kemarin aku gak bakal dipertemukan dengan Pak Andre dan gak bakal bisa neliti topik Farmol Basah (farmakologi yang mainannya laboratorium).

Judul Tugas Akhirku:

Pembuatan dan Uji Aktivitas Sediaan Alergen dari Ekstrak Daging Kepiting Bakau Hijau (Scylla serata)

Campuran Farmakokimia dan Farmakologi dengan bumbu-bumbu farmasetika wkwkwk. Motivasi milih topik alergi sebagai topik tugas akhir adalah karena ayahku, satu dari dua orang yang paling berjasa di kehidupanku ini sakit alergii. Dan metode diagnosis alergi yang ayahku ini jalani cukup mahal untuk rangkaian metode yang cetek-cetek itu. Mahal karena barangnya diimport dari luar negeri dan belum ada industri/klinik yang mengembangkan formulanya di Indonesia.

Dan aku mencoba untuk mengembangkan formulanya pas TA kemarin dan kesimpulan dari TAku ini adalah… alergen yang aku buat itu punya aktivitas sebagai kit untuk diagnosis alergi!! ^^

Kembali flashback kisah 4 tahun yang lalu. Di mana aku memilih farmasi with no strong reason dan menyerahkan seluruhnya kepadaNya. Mimpiku saat SMP dan passionku saat SMA cukup menjadi alasan kuat untukku bertahan di farmasi ini. Kalo kamu belum baca posting sebelumnya klik ini.

Passionku jadi wirausaha. Walau lahir dan besar di Bandung namun darah minang yg sarat perdagangan mengalir deras di darahku (lebay wkwk). #anaknyasemuaorangpadang

Aku ingin punya laboratorium klinik, yang bisa diagnosis ini dan itu khususnya tes alergi berhubung aku udah dapet formulanya hahahaha, tapi basisnya sosial. Dengan demikian, gak ada lagi masyarakat yang namanya garuk garuk gak enak, kaligata, syndrom stephen johnson, dan sakit-sakit lainnya yang alasannya karena tidak sempat diagnosis ke lab yang mahal itu.

Kamu pasti tau kitabisa.com? NAH AKU PENGEN JADI KAYAK ABANG FATIH TIMUR INII.. doain plis.. Bismillahirrahmanirrahim…… Semua ini gak bisa aku kejar kalo aku belum lulus apoteker.

5811f98c6cad5-muhammad-alfatih-timur-kitabisa-com_641_452

Thank you tugas akhir 8 SKS, thank you semester 8, thank you farmakologi, thank you all!!! Btw, aku masih ada antrian postingan lagi satu lagi, tunggu ya diketik dulu! Bukan bagian dari rangkaian semester 8 beda lagi hehe. wait2 (maaf terlalu kalo terlalu cerewet/banyak omong ._. )

Advertisements