Kartu Kuning

Mari belajar menyedikitkan cerita tentang diri. Yang cinta tak memerlukannya, yang benci tak kan percaya. Cukuplah senyum menjadi bunga akhlak kita. Sebab taqwa yang jadi ukuran mulia, Allah sembunyikan dalam dada….

by: Salim A. Fillah

Gak sengaja nemu kalimatmu ini. Makasih sudah mengingatkan, om Salim. aah..  saya selalu butuh pengingat T_T

You’ve Got Something That I Need

Assalamualaikum wr wb

Halo. Apa kabar kamu? Apa kabar kakak2mu, ponakanmu, ayahmu, mamamu? Juga TAmu apa kabar? Kukuruyuuuukk!!! Petok2

W mau ngobrol absurd lagi. Kali ini tentang diriku sendiri. Hehehe. Tagged #adelia. Gak mau tau ya udah gak usah lanjut bacanya ya ^^

Pernah denger MBTI? Tentang pengelompokkan manusia berdasarkan personality. W bodo amat sebenernya sama perihal2 kek gini karena w gak dapet faedahnya, misal, dengan aku tau apa mbti dia, atau dengan aku tau apa mbti doi, so what?? aku sendiri gak bisa masang parameter jodoh berdasar mbti. Jodoh kan masalah hati bukan masalah teori. Titik.

Semua situs yg ngadain quiz mbti ini hampir semuanya menyatakan kalo aku ENFP. Ekstrovert 70%, Intuitive 67%, Feeling 76%, Prospecting 58%. Ditambah turbulent <– ini teori baru de kayaknya (T) 66%. Prosentase ini berubah dari pas tingkat 2 dulu. Yang aku inget feelingnya gak nyampe 76% banget, dan prospectingku dulu nyampe 90% gitu? Hahaha

Teori kepribadian ini, sangat blunder dan seperti tidak berlaku untuk w.

Quiz mbti itu bilang diriku ekstrovert. 70% pula. Nyatanya, I love to be alone. Aku lebih seneng kemana2 sendiri. Dan emang kadang aku butuh waktu sendiri. Atau setidaknya berdua aja sama temen yang disayang. Tapi bukan berarti aku selalu seneng menyendiri. Gaaak. I love to be alone, but hate to be lonely 🙂 W gak bisa dapet energi kalo gak ada orang deket w.

Dulu waktu aku kecil, aku sangat gampang kenalan dengan temen baru. Saking cepetnya aku kenalan dan bisa akrab dengan teman baru, aku berani sampai ngerebut makanan dia yang baru dikenal. Maafin aku yang dulu 😦 Sampai sekarang juga aku gak pernah malu-malu buat kenalan sama orang baru. Tentu dengan konteks yang lebih dewasa.

Hubungan personal individu-individu.

Katanya, ekstrovert aku 70%. Nyatanya, aku tidak suka menjadi pusat perhatian orang. Aku emang seneng ngobrol2, curhat2, ketawa ketiwi. Mereka bilang aku hangat dan menyenangkan. Tapi mereka gak memperhatikan sumbu api penghangat ini pendek saja ukurannya. Cuma bisa menghangatkan mereka doang, yang aku anggap dekat. Kelompok kecil yang udah aku kenal deket orang-orangnya. Kalo udh ngobrol depan kelompok besar, atau kelompok kecil dengan susunan orang yang bukan aku kategorikan orang deket, ilang sudahlah diri w yang sebenarnya.

Kemampuan get along in the big group itu, di atas kemampuan w, di atas kapasitas w. Menyedihkan memang.

Berapa umur aku sekarang? 21

Cita-citanya apa? Bisnis

I need this character, man. Sangat butuh. Gimana mau ngobrol depan masyarakat desa pake bahasa sunda, wong ngomong pake bahasa indonesia sehari2 aja depan umum w kayak gini. Apakah aku diam saja untuk break this limit? Nope. W sangat berusaha. Aku ikut macem2 organisasi yang nuntut w untuk berani ngomong. Radio kampuslah, ngementor di OSKM, sampai organisasi setingkat nasional aku jabanin supaya berani ngomong depan banyak orang.

Sekarang, kamu melihat aku sudah berhasil. Ketika diri ini bicara, aku terlihat seperti orang yang terbiasa ngasih pendapat depan umum.

Yang terlihat belum tentu benar, dan yang benar belum tentu terlihat :’)

Kamu gak tau seberapa besar usaha di otak dan hati w nyuruh tangan ini untuk mengacung. Dan kamu gak tau seberapa besar usaha otak dan hati w agar bisa sinkron antara pikiran dan ucapan yang keluar. Dan juga kamu gak tau seberapa besar usaha otak dan hati w supaya nyuruh mata ini supaya gak nangis setiap kali liat audience gak puas dengan omongan w di depan mereka. Ini dia diriku yang asli, kawan. Rapuh, cemen, dan culun punya.

Bersyukurlah kamu yang dianugerahi kemampuan ini. Yang berani ngacung pas dosen nanya di kelas, yang bisa menjawab pertanyaan dosen dengan jelas dan cerdas, hingga kawan-kawanku yang berani ngacung di forum oskm, yang berani ngomong depan massa kampus, sampai kamu yang sudah berkali-kali diundang sebagai pembicara. Katamu hidupku asik. Tapi kamu gak tau struggles apa yang aku hadapin. Dan kamu juga gak tau seberapa kagumnya aku terhadap dirimu itu. You’ve got something that i need a lot :’)

Sekian keabsurdan gw hari ini. Kembali ke TA

Wassalamualaikum wr wb

If You are Stupid

If you are stupid,

Akan hanya sedikit orang yang mempercayai omonganmu. Hanya sedikit orang yang berani memberimu amanah. Sedikit yang mendengar saranmu. Bahkan untuk menghormatimu, orang segan. Bagaimana ingin menjadi bermanfaat untuk banyak orang, bahkan orang masih meragukan ilmu yang kamu punya. ya gak?

Namun, bila ditilik dari sudut pandang yang lain.

If you are stupid,

Siput spesies runner, ular pemakan beruang, kapal nabi Nuh yang sebenarnya, kebun jeruk di tengah gurun sahara, hingga lokasi UFO di tepi danau Rusia sebenarnya di Batusangkar, ditemukan. Percayalah pada gue, brothers and sisters, misteri dunia akan terkuak!!

Tentang siapa-siapa saja kawan yang masih memegang erat tanganmu meski dalam keadaan yang tak pernah terpikirkan. Bukankah ini modal masa depan?

Setiap orang punya timeline –success-lifetime– masing-masing. Bagiku, tak apa sekali-kali stupid. Agar besok lusa, selalu belajar dari kebodohan. Berterimakasih bagi yang sudah menganggap bodoh. Membuat diri ini banyak belajar.

Dan akan terus merasa bodoh.

Ditulis di bawah tekanan tugas akhir. Doain adel cepet lulus bang T_T

Anak 5

Assalamualaikum Wr Wb

Ngepost apa ya di malam yang syahdu ini? Berhubung besok guw mau fokus neA, malem ini main-main dulu bentar boleh keli. Hehe.

Di samping kisah cinta yang absurd,  kali ini aku mau berbagi cerita seputar pengalaman-pengalaman absurd sehari-hari. Contohnya ini, dialog percakapan yg acap kali keluar setiap kali aku berkenalan dengan teman-teman baru sesama anak Bandung. Urutannya tuh biasanya:

1. Dimulai dari bertanya jurusan apa di ITB

2. Nanya rumahnya di mana

3. Ke kampus gimana caranya

4. Nanya dulu asal sekolahnya di mana.

Oke. Post kali ini mau bahas poin nomer 4 ini, karena di sini keabsurdan itu dimulai  -_-” Berikut naskah impromptu yang tak pernah berubah -___- :

– Opsi I –

B : “Del, maneh anak SMA 5? :O” Pake :O

U : “Iya”

B : “Oh iya gitu? Lohe? Kok? Hehdhqkaojshdhed +1000 pertanyan dll (lebay)”

U : “-____-“

B: Batur. U: Urang

Kesel memang-_- Kadang-kadang, aku coba pake opsi II berikut. Supaya beda aja gitu, bosen digituin terus -_- Dan ternyata hasilnya:

– Opsi II –

B : “Del, maneh anak SMA 5? :O” Pake :O

U : “Iya”

B : “Oh iya gitu? Lohe? Kok? Hehdhqkaojshdhed +1000 pertanyan dll (lebay)”

U : “Cimahi woii. Kan rumah urang mepet Cimahi”

B : “Owh. Keren dong bisa jauh-jauh ke sini”

U : “-____-” (tetep BT sih 😑)

Just “owh”. Bonus “keren” -_____- Merepresentasikan bahwa:

1. Si eta percaya

2. Urang keren

Jadi urang kudu ngaku cimahi supaya dianggep keren? Urang semakin bangga menjadi anak cimahi Xoxo 😑😑

Adelia, 16-18 tahun, terlalu be yourself, sedikit menolak untuk mengikuti stereotype anak 5. Maafkan aku yang dulu yah. wkwk.

Absurd kan? Emang. Semoga bisa jadi referensi buat anak 5 yang senasib dengan urang. (kwkwk)

Wassalamualaikum Wr Wb

Jodoh

Assalamualaikum Wr Wb

Bukan!! Kali ini saya bukan seperti yang kamu-kamu pikirkan. Post ini dikembalikan kepada visi mengapa wordpress ini dibikin. Supaya bisa bermanfaat bagi banyak orang.

27 Maret 2017. Satu dari seribu saat, di mana semesta seolah maksa saya supaya kembali mengulang dan memahami arti garis jodoh.

…………….mungkin Allah sedang mencoba menjawab doa-doa gw, setelah sebulan belakangan ini gw galau bed karna pria. Apa banget memang. -_-” Maafkan aku guys.

———–

Sekitar 2 minggu yang lalu. Saya ikut Annisa Day, dengan tema “Because You are Worth It”. Sesungguhnya yang bikin saya penasaran itu bukan si worth it nya. Tapi pembicaranya, wkwk. Saya selalu terkagum-kagum dengan aktivis kampus. Mana aktivisnya bidang sospol lagi hahaha. Dan beliau perempuan :O  Gak mikir lama2, gw langsung ikutin kata hati buat ikut annisa day hari itu. Alone (sudah terlalu lama sendiri). Setiap kali mbaknya ngomong, gw perhatiin bener, cara bicaranya, cara mikirnya, cara beliau kontak dengan audience. vvevv, leh uga. Selintas gw berfikir “Ingin berguru”

Hari ini, tidak sampai 2 minggu kemudian.

Barusan, gw dikontak sama seseorang. “kok kayak kenal namanya?” batin gw. Lohee. Ini kan si mbak pembicara waktu itu wkkwwkwk? Beliau menawarkan diri menjadi mentor gw yang ampas ini, karena memang mentoring gw yang sudah lama gak jalan. Padahal, gw gak nyebut pengen mentoring sama siapa. Gw gak nyebut nama sama sekali.

Kalimat iseng gw dari hati yang paling dalam “ingin berguru” itu… kesampaian. Padahal, gw cuma ngomong sepatah! :”) Masya Allah.

Ck ck ck ck ck. Rencana-Nya memang indah ya guys. Bisa jadi lo ngagumin orang dari jauh. Berharap. Dan… dia datang dengan caranya yang indah. 🙂

Salam, dari yang tak bisa mendefinisikan jodoh. Tapi mulai bisa memaknai jodoh.

Wassalamualaikum Wr Wb